APA ITU CINTA?
Sebenar nya banyak orang yang bertanya akan persoalan ini
maka kali ini oktoresky akan menjelaskan kepada kalian semua
Apa Itu Cinta? Inilah 10 Arti Cinta dan Teori Hipotesisnya
Januari 3, 2019
Apa itu cinta? Seperti apakah definisi dan hipotesis cinta menurut para ahli dan para penyair pujangga? Siapa saja orang yang mempublikasikan teori tentang makna cinta?
Setiap kali kita bertanya “Apa itu Cinta?”,
itu biasanya muncul ketika kita mulai menyadari ada getaran getaran
ketertarikan yang bersemayam di dalam hati, atau ketika pasangan kita
mulai meragukan perasaan kasih sayang yang kita berikan. Mungkin juga
sebaliknya, kita meragukan kebulatan tekad yang dimiliki pasangan kita,
sehingga tanpa sadar pikiran kita mulai bertanya, sesungguhnya apa itu
cinta? Menarik kesimpulan dan definisi tentang arti cinta memang bukan
hal yang mudah. Kita harus melihat berbagai sudut pandang yang mampu
memaknai cinta yang merupakan sesuatu yang abstrak namun ada dan nyata.
Sama seperti arus listrik yang tak kasat mata, namun dapat kita rasakan
dan terlihat efeknya.
Sejak
peradaban kuno, banyak orang yang telah berupaya memberi definisi dan
mengartikan cinta, baik dalam konsep ilmu sosiologi, psikologi, sastra,
hingga teori sainstifik. Namun, tentu tak ada satu pun yang bisa
mengejawantahkan cinta secara sempurna, apalagi getaran perasaan cinta
adalah berbeda-beda untuk setiap orang. Misalnya getaran cinta untuk
orang tua dengan anak-anak, atau cinta kepada teman berbeda dengan cinta
kepada pasangan kekasih. Mungkin ini yang membuat arti cinta tidak bisa
didefinisikan secara mutlak. Mengutip dari laman Wikipedia, diuraikan
bahwa Cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi.
Dalam konteks filosofi cinta merupakan
sifat baik yang mewarisi semua kebaikan, perasaan belas kasih dan kasih
sayang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah aksi/kegiatan aktif yang
dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati,
perhatian, kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh,
dan mau melakukan apa pun yang diinginkan objek tersebut.
Membahas tentang cinta merupakan suatu
topik yang menarik dan tak pernah habisnya. Pada artikel ini akan
dijelaskan berbagai hal yang terkait dengan cinta, mulai dari definisi
cinta menurut pendapat dari berbagai tokoh terkenal, teori cinta, dan
termasuk hal humoris dalam cinta.
Apa Arti Cinta?
Agar cinta bisa memiliki makna, maka itu harus diwujudkan dalam sebuah tindakan nyata. Kata “Cinta” dalam bahasa Ibrani adalah “ahavah”.
Kata ini rupanya mampu mengungkapkan arti cinta, karena kata “ahavah”
dibentuk dari konsonan akar h-v yang berarti “memberikan”. Oleh karena
itu, agar cinta menjadi cinta sejati, maka harus diungkapkan sebagai
tindakan memberi yang nyata. Jadi, jika anda menyukai seseorang, maka
anda harus menunjukkannya. Dengan cara yang sama, anda akan dapat
melihat seseorang yang memang mencintai anda.
Cinta, seperti rasa haus yang akan membuat
anda melakukan hal-hal aneh. Ini adalah kecanduan alamiah, dan
pengetahuan kebijaksanaan yang baik dapat mengontrol tindakan yang tak
masuk akal tersebut. Orang Yunani kuno sering menyebut cinta sebagai “kegilaan para dewa”.
Sementara, para psikolog modern mendefinisikannya sebagai keinginan
yang kuat untuk persatuan emosional dengan orang lain. Lalu, apa
sebenarnya itu cinta? Ia bisa memiliki makna dan persepsi yang beragam
untuk setiap insan yang pernah merasakannya. Para penulis lagu sering
menggambarkannya, “Setiap kali engkau dekat, aku mendengar sebuah simfoni indah”. Sementara itu, penulis buku Romeo & Juliet, Shakespeare mengatakan, “Cinta itu buta dan pecinta tidak dapat melihat”. Filsuf Yunani, Aristoteles mengungkapkan bahwa “Cinta terdiri dari satu jiwa yang menghuni dua raga”.
Hipotesis Cinta
Asmara adalah salah satu dari tiga dasar
sistem otak yang berevolusi untuk perkawinan dan reproduksi. Ketiga
sistem tersebut mencakup dorongan nafsu (seksualitas), romantisme, dan
cinta terikat.
1. Dorongan Nafsu, adalah
bagian dari keinginan otak untuk memenuhi hasrat biologis yang
dipengaruhi oleh hormon tertentu. Hasrat itu bisa muncul meskipun bukan
terhadap orang yang dicintai. Ini artinya, nafsu tidak selalu terfokus
pada individu tertentu.
bagian dari keinginan otak untuk memenuhi hasrat biologis yang
dipengaruhi oleh hormon tertentu. Hasrat itu bisa muncul meskipun bukan
terhadap orang yang dicintai. Ini artinya, nafsu tidak selalu terfokus
pada individu tertentu.
2. Romantic Love
atau Ketertarikan adalah pemikiran obsesif terhadap orang tertentu. Ini
bermakna bahwa seseorang mulai untuk memfokuskan energi kawinnya hanya
pada satu individu di satu waktu tertentu. Seorang penyair India
mengatakan, “Jalur cinta itu sempit, hanya ada ruang untuk satu saja”.
Intensitas cinta romantis cenderung bertahan di suatu tempat dari enam
bulan sampai dua tahun sebelum akhirnya berubah menjadi cinta terikat
atau sebaliknya menjadi kejenuhan.
3. Cinta Terikat
adalah perasaan yang mendalam untuk bersatu dengan seseorang dalam
jangka panjang. Wujud dari cinta terikat ini adalah pernikahan dan
cita-cita untuk menjadi satu tim dalam bahtera rumah tangga, memiliki
dan membesarkan keturunan, serta menikmati manfaat dari kehidupan dengan
pasangan.
Makna Cinta Menurut Pendapat Para Pujangga
Orang-orang yang sering mengutarakan
tentang makna cinta umumnya berprofesi sebagai penulis buku, penyair,
dan ahli filsafat. Nah, berikut ini disajikan arti apa itu cinta dari
para pujangga yang selalu bijak dalam menggali makna kehidupan dan
pandai merangkai kata-kata puitis.
Iris Murdoch yang
merupakan penulis novel Milton Glaser in How to Think Like a Great
Graphic Designer mengungkapkan, “Cinta adalah pemahaman yang sangat
sulit, dimana sesuatu selain diri sendiri adalah nyata”.
EM Forster dalam bukunya A
Room with a View menjelaskan, “Anda dapat mengubah cinta,
mengabaikannya, kekisruhan itu, tapi Anda tidak pernah bisa menariknya
keluar dari Anda. Saya tahu dari pengalaman bahwa penyair benar: cinta
itu abadi”.
Paulo Coelho dalam bukunya
The Zahir: A Novel of Obsession mengutarakan, “Cinta adalah kekuatan
liar. Ketika kita mencoba untuk mengontrolnya, itu menghancurkan kita.
Ketika kita mencoba untuk memenjarakan, itu memperbudak kita. Ketika
kita mencoba untuk memahaminya, itu membuat kita merasa tersesat dan
bingung”.
Louis de Bernieres
dalam novelnya Corelli Mandolin menjelaskan, “Cinta adalah kegilaan
sementara, meletus seperti gunung berapi dan kemudian reda. Dan ketika
reda, Anda harus membuat keputusan. Anda harus berusaha untuk tahu
apakah itu telah mengakar dan menjadi bagian penting bersama-sama.
Karena ini adalah makna dari apa itu cinta. Cinta tidak sesak napas,
tidak kegembiraan, tidak berlakunya janji gairah abadi, itu bukan
keinginan untuk kawin beberapa menit setiap hari, bukan berbaring
terjaga di malam hari membayangkan bahwa ia mencium setiap celah dari
tubuh anda. Tidak, tidak malu, saya mengatakan beberapa kebenaran. Yang
hanya menjadi “cinta”, yang setiap orang bodoh bisa melakukan. Cinta itu
sendiri adalah apa yang tersisa ketika jatuh cinta telah terbakar
habis, dan ini adalah sebuah seni dan kecelakaan beruntung.
Antoine de Saint-Exupery
dalam karyanya Airman’s Odyssey menyatakan apa itu cinta, “Cinta tidak
terdiri dari tatapan satu dengan lainnya, tetapi menatap keluar bersama
dalam arah yang sama”.
Katharine Hepburn dalam Me
: Stories of My Life mendeskripsikan, “Cinta tak ada hubungannya dengan
apa yang ingin anda dapatkan, tetapi apa yang anda harapkan untuk bisa
diberikan, segala-galanya”.
Haruki Murakami dalam
bukunya Kafka on the Shore menyiratkan, “Siapa pun yang jatuh cinta
adalah mencari bagian yang hilang dari diri mereka sendiri. Jadi, siapa
saja yang mencinta pasti akan bersedih ketika mereka memikirkan tentang
kekasih mereka yang bersedih. Hal ini seperti melangkah kembali ke dalam
ruangan dimana anda memiliki kenangan indah yang belum pernah terlihat
dalam waktu yang lama”.
Stendhal dalam risalah cinta menyampaikan, “Cinta itu seperti demam yang datang dan pergi dengan sendirinya, tidak ada batasan usianya”.
Filsuf dan matematikawan, Bertrand Russel
dalam buku The Conquest of Happiness menguraikan, “Dari semua bentuk
kehati-hatian, hati-hati dalam cinta adalah mungkin yang paling fatal
bagi kebahagiaan sejati”.
Charles Bukowski yang
terkenal dengan karyanya “A Dog from Hell” mengibaratkan, “Cinta adalah
sesuatu seperti kabut yang anda lihat di pagi hari saat matahari belum
terbit. Kabut itu hanya sesaat, dan kemudian musnah dengan sendirinya.
Cinta adalah kabut yang membakar realitas”.
Ambrose Bierce
mengungkapkan arti cinta dalam The Devil’s Dictionary, “Cinta, n. Sebuah
kegilaan sementara yang dapat disembuhkan oleh pernikahan”.
James Baldwin dalam
karyanya The Price of the Ticket menuliskan, “Cinta tidak dimulai dan
diakhiri dengan cara yang tampaknya kita duga. Cinta adalah pertempuran,
cinta adalah perang; cinta adalah tumbuh kembang”.
Apa Itu Cinta? Inilah Teorinya
Cinta adalah salah satu emosi yang paling
mendalam yang kita alami sebagai manusia. Ia lebih besar dari kita,
meskipun kita bisa mengundangnya masuk dalam kehidupan kita, namun kita
tidak memiliki kontrol atas ekspresi perasaan tersebut. Mungkin itu
sebabnya 72% orang percaya adanya cinta pada pandangan pertama. Orang
Yunani kuno menggunakan tujuh istilah kata berbeda untuk mendefinisikan
keadaan cinta yang kita alami, yakni:
- Storage: perasaan sayang alami
- Philia: persahabatan
- Eros: seksuall dan erotika
- Agape: tanpa syarat, cinta ilahi
- Ludus: flirting (cumbuan menggoda)
- Pragma: berkomitmen, cinta pernikahan
- Philautia: cinta diri
Uraian
di atas kemudian dirangkum ulang oleh John Lee, dalam sebuah buku
klasiknya yang berjudul The Colors Of Love menganalogikan tipe cinta
seperti roda (lingkaran) warna atau istilahnya color circle. Begitu
beragamnya pengalaman cinta yang dirasakan setiap insan, menjadikan
cinta sebagai bentuk yang berbeda-beda. Ini yang membuat definisi cinta
menjadi agak rumit. Dari sudut pandang ilmiah, cinta adalah kondisi
neurologis yang kuat dan permanen. Cinta adalah kemistri dan itu bukan
sesuatu yang Anda tentukan dan mengontrolnya. Hal ini berbeda dengan
nafsu. Nafsu adalah keinginan sementara yang dipicu oleh peningkatan
hormon testosteron atau estrogen, dan itu berlangsung sebentar. Tapi,
ketika Anda merasakan cinta sejati, otak dapat melepaskan seluruh
rangkaian bahan kimia, yang memungkinkan Anda untuk mengalami itu dalam
ekspresi yang berbeda.
Nah, beberapa ahli telah mendefinisikan
tentang makna cinta. Berikut ini kita uraikan opini dari tiga ahli
berbeda dengan teori-teorinya:
1. Teori Cinta Zick Rubin
Zic Rubin yang merupakan seorang psikolog
sosial dari Universitas Harvard telah melakukan berbagai macam
penelitian tentang kehidupan sosial manusia, salah satunya adalah
tentang skala cinta. Dalam jurnal penelitiannya tersebut Zic Rubin
berpendapat bahwa cinta romantis mempunyai 3 unsur yaitu keterikatan
(attachment), kepedulian (caring), dan keintiman (intimacy). Hasil
penelitiannya menguraikan bahwa perasaan teman memiliki skor tinggi,
sementara perasaan terhadap kekasih memiliki nilai tinggi pada skala
mencintai. Selain itu ia juga menyatakan seorang yang jatuh cinta 75
persen saling berpandangan dalam satu waktu.
2. Teori Cinta Elaine Hatfield
Elaine
Hatfield adalah seorang profesor yang mengajar kuliah psikologi di
Universitas Hawaii, Amerika Serikat. Menurut beliau, cinta terbagi atas
dua tipe dasar, yaitu cinta kasih sayang (compassionate love) dan gairah
cinta (passionate love). Cinta kasih sayang memiliki ciri saling
keterikatan, sama-sama menghargai, kepedulian, dan rasa
percaya.sementara itu, cinta yang berlandaskan passionate love adalah
bersifat fana karena dipengaruhi oleh faktor ketertarikan fisik.
Ciri-ciri dari cinta tipe ini adalah adanya daya tarik emosi yang
intens, kecemasan, dan senzualitas. Menurut Elaine, cinta merupakan
perpaduan antara kenyamanan dan kasih sayang yang juga dilandaskan atas
gairah tersebut.3. Teori Cinta Erich Fromm
Erich Fromm adalah seorang psikologi
berkebangsaan Jerman yang lahir pada tahun 1900. Dia telah menciptakan
beberapa buku tentang psikologi manusia yang sudah diakui dunia. Salah
satunya juga membahas tentang permasalahan cinta. Ia membagi cinta
menjadi lima jenis yaitu cinta persaudaraan (love of all humanity);
parental (cinta kepada anaknya); cinta erotisme yang berhubungan dengan
gairah; cinta kepada diri sendiri (self love); dan religious love (cinta
untuk Sang Pencipta). Erich Fromm juga menciptakan beberapa pepatah
cinta, satu diantaranya berbunyi: Cinta yang belum dewasa mengatakan
“Aku mencintaimu karena aku membutuhkanmu” sedangkan cinta yang telah
dewasa mengatakan “Aku membutuhkanmu karena aku mencintaimu”.
Humoria: Arti Cinta Menurut Matematika dan Fisika
Sebagai pelengkap dari tulisan yang
mengupas tentang apa itu cinta, berikut ini disajikan sederet intermezo
humor yang menjabarkan arti cinta menurut pelajaran di sekolah.
Apa itu Cinta? Inilah Arti Cinta menurut Pelajaran Matematika
Cinta adalah sesuatu yang tak terhingga,
sama seperti bilangan tak terhingga. Suatu bilangan bulat yang dibagi
dengan nol, misalnya 7 : 0, ternyata hasilnya adalah bilangan tak
terhingga. Demikian juga dengan cinta, Cinta akan bernilai tak terhingga
ketika anda mampu mengosongkan hati anda untuk cinta yang bulat dan
murni. Cinta adalah hal yang irasional, sama seperti bilangan
irasional. Bilangan irasional itu adalah bilangan real yang hasil
baginya tidak pernah berhenti atau habis, contohnya phi 22/7 dan akar
kuadrat 2 yang hasilnya adalah 1,414213562373….
Begitulah juga cinta, 1 + 1 hasilnya bisa 2 atau 11, sesuatu yang termasuk irasional. Cinta itu bisa tidak masuk akal, karena sakit sedikit ujungnya bisa masuk rumah sakit.
Begitulah juga cinta, 1 + 1 hasilnya bisa 2 atau 11, sesuatu yang termasuk irasional. Cinta itu bisa tidak masuk akal, karena sakit sedikit ujungnya bisa masuk rumah sakit.
Apa itu Cinta? Inilah Arti Cinta menurut Pelajaran Fisika
Cinta adalah energi. Definisi cinta ini
diperoleh dari rumus Teori Mekanika Kuantum yang bentuknya: E = h.f
dimana E adalah energi; h adalah tetapan Planck; dan f merupakan
frekuensi cahaya. Kemudian rumus tersebut diturunkan menjadi:
E = h.f
dimana E adalah energi cinta; h adalah harapan; dan f merupakan
formula. Jadi cinta akan berenergi jika kita selalu punya harapan yang
diformulasikan pada ukuran yang tepat. Selain itu, makna cinta itu
relatif. Cinta merupakan sesuatu yang tidak baku atau absolut. Hal ini
didasari oleh Teori Relativitas yang diciptakan oleh Fisikawan hebat
bernama Albert Einstein. Relativitas ini mengacu pada titik acuan
darimana kita berpijak. Karena teori ini, cinta juga merupakan suatu
relativitas, dimana antara jarak cinta dan benci tidak dapat dibedakan,
dan bisa berubah hanya sekejap mata.
Nah, demikianlah uraian singkat mengenai
apa itu cinta, teori-teorinya, termasuk opini dan uraian humoria terkait
cinta. Apa pun simpulan dan definisi cinta yang anda miliki, satu hal
yang utama adalah anda menjalani cinta tersebut dengan tulus dan murni.
Selamat menjalin cinta, jangan lupa share artikel ini untuk orang-orang yang anda cintai.
definisi cinta :
NICE
ReplyDelete